Drs. Abdul Basyid Has

Penulis: abdulbasyidhas.com

Perjuangkan UU Provinsi Kepulauan, Masyarakat Kepri Dukung Penuh Abdul Basyid Has

Perjuangkan UU Provinsi Kepulauan, Masyarakat Kepri Dukung Penuh Abdul Basyid Has

Abdulbasyidhas.com, Batam – Komitmen Abdul Basyid Has untuk memperjuangkan percepatan pengesahan Undang-undang Provinsi Kepulauan, direspon positif oleh masyarakat Kepri. Salah satunya oleh organisasi kemasyarakatan Kepri Berdikari, hal tersebut disampaikan oleh Masrizal.

“Sebagai provinsi yang luas lautan lebih besar daripada daratan, Undang-undang Provinsi Kepulauan menjadi sangat penting bagi Kepri. Mandeknya proses legislasinya selama bertahun-tahun harus segera dipercepat. Komitmen Pak Abdul Basyid Has untuk memperjuangkan hal tersebut sangat disambut dan didukung penuh oleh masyarakat Kepri,” ucap Masrizal saat diwawancarai di Batam, Senin (25/3/2019).

Undang-Undang Provinsi Kepulauan sendiri sudah menjadi prolegnas sejak tahun 2017, namun hingga masa sidang terakhir DPR RI periode 2014-2019 belum ada tanda-tanda akan disahkan. Undang-Undang tersebut penting untuk provinsi-provinsi yang secara geografis merupakan wilayah kepulauan demi pemerataan pembangunan.

Sebagai Calon Anggota DPR RI Dapil Kepri dari Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Basyid Has mengangap kehadiran payung hukum dalam pengelolaan provinsi kepulauan sangat penting dan akan dijadikan prioritas perjuangan, mengingat sebagian besar pulau-pulau merupakan daerah kawasan tertinggal dan banyak yang tidak berpenghuni, serta keterbatasan pelayanan administrasi pemerintahan, pemberdayaan ekonomi dan sosial budaya, sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi.

Masrizal menambah perlu ada dorongan dari Anggota DPR RI yang berasal dari daerah Kepulauan. Luas daratan Kepri hanya 4 persen dengan jumlah pulau mencapai 1796, maka tidak adil kalau Dana Alokasi Umum (DAU) hanya didasarkan pada luas daratan semata.

“Besar harapan masyarakat kepulauan, terkhusus Kepri kepada pak Abdul Basyid Has untuk memperjuangkan Undang-undang tersebut. Masyarakat Kepri sangat mendukung Pak Basyid untuk jadi perwakilan mereka di DPR RI,” tutupnya.

Manfaatkan Kemajuan Teknologi, Masyarakat Batam Dukung Gagasan Smart City Abdul Basyid Has

Manfaatkan Kemajuan Teknologi, Masyarakat Batam Dukung Gagasan Smart City Abdul Basyid Has

Abdulbasyidhas.com, Batam – Beragam gagasan serta janji politik antara kandidat dan masyarakat mewarnai perhelatan pesta demokrasi 2019. Salah satunya Abdul Basyid Has Caleg Partai Kebangkitan Bangsa Dapil Kepri tersebut menginisiasikan program smart city di beberapa kota di Kepri.

Hal tersebut tidak terlepas dari perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat, namun dari segi administrasi yang menaunginya sangat kurang. Alasan tersebut menjadi landasan dari kebijakan smart city, terkhusus untuk Batam sebagai jantung perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Kita harus merespon zaman, jangan hanya mengikuti arus zaman. Kemajuan teknologi harus digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik serta pondasi pembangunan manusia, agar kedepan kita semakin maju. Smart city harus didorong, karena manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat. Maka kita mohon dukungan dari masyarakat Kepri agar hal tersebut terwujud,” jelas Abdul Basyid Has saat dimintai komentar di Batam pada Jumat (15/3/2019).

Respon positif atas inisiasi program smart city berasal dari berbagai lapisan masyarakat di Kepri. Terutama masyarakat Kota Batam, salah satunya Ismail. Sebagai wirausaha, menurut Ismail kehadiran smart city akan sangat membantu aktivitas masyarakat, baik berupa perijinan maupun layanan publik lainnya, serta mampu meningkatkan kualitas demokrasi karena pengawasan akan lebih mudah.

“Kita harus apresiasi dan dukung wacana yang dikeluarkan pak Abdul Basyid, selama ini setiap Pileg atau Pilkada gagasan-gagasan seperti ini jarang mewarnai ruang publik di Kepri. Visi pak Abdul Basyid didukung banyak pihak, terutama masyarakat Batam. Kita harus kawal dan pastikan kebijakan ini terwujud ditangan pak Basyid, karena sangat banyak manfaatnya,” tegas Ismail saat diwawancarai di Batam, Jumat (15/3/2019).

Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan, Pedagang Batam Dukung Abdul Basyid Has

Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan, Pedagang Batam Dukung Abdul Basyid Has

Abdulbasyidhas.com, Batam – Dalam usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Kepri, Abdul Basyid Has mencanangkan program penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kepri sebagai alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Kepri.

Hal tersebut berdasarkan keresahan Abdul Basyid Has terhadap ekonomi Kepri beberapa tahun terakhir. Terutama berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Kepri yang secara nasional masih peringkat bawah, dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi Kepri urutan ke-30 dari 34 provinsi di Indonesia.

Program penguatan UMKM di Kepri sangat dinantikan dan didukung oleh para pedagang di Nagoya Baru, Batam. Salah seorangnya Budiman, menurutnya Iklim modal yang ramah bagi para pedagang serta pengembangan sektor UMKM yang belum maskimal. Karena program Abdul Basyid Has dapat memecahkan kebuntuan ekonomi kelas menengah kebawah di Kepri.

“Pak Abdul Basyid punya solusi yang paling pas untuk masyarakat Kepri, terutama Batam. Karena fokusnya pada pengembangan ekonomi kerakyatan, yang selama ini kurang diperhatikan. Iklim dan budaya perdagangan Kepri yang sangat mendukung untuk perkembangan UMKM,” jelas Abdul Basyid Has saat diwawancarai pada Selasa (12/3/2019).

 

Inflasi Batam dan Tanjungpinang tertinggi, Abdul Basyid Has Desak Pemerintah Benahi Perekonomian Kepri

Inflasi Batam dan Tanjungpinang tertinggi, Abdul Basyid Has Desak Pemerintah Benahi Perekonomian Kepri

Abdulbasyidhas.com, Batam – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menjadi sorotan, dikarenakan menyumbang dua kota dengan inflasi tertinggi di Pulau Sumatera per bulan Februari 2019. Pertama Kota Batam dengan angka inflasi 0,26 dan Tanjungpinang dengan angka 0,04.

Data tersebut berdasar catatan Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri yang menyebutkan dari 23 Kota di Pulau Sumatera 2 kota mengalami inflasi dan 21 kota mengalamideflasi. Sedangkan secara nasional Batam dan Tanjungpinang menduduki peringkat keenam dan ke-11 dari 13 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia. Inflasi terjadi karena Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,69 di bulan Januari 2019, menjadi 137,00 bulan Februari 2019.

Read More

Abdul Basyid Has Inisiasikan Kebijakan Batam Smart City

Abdul Basyid Has Inisiasikan Kebijakan Batam Smart City

Abdulbasyidhas.com, Batam – Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat harus dibarengin dengan pembangunan administrasi yang mendukung pemanfaatannya. Sebagai jantung perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Batam harus mampu merespon tantangan zaman dalam pengelolaanya.

Hal senada diutarakan Tokoh Kepri, Abdul Basyid Has yang menyebutkan sudah saatnya tata kelola pemerintahan kota dilaksanakan dengan prinsip good governance. Dimana masyarakat dapat mengakses dengan mudah apapun yang mereka butuhkan dalam mengembangkan diri dan menuju kemajuaan, terutama berkaitan dengan hal-hal administrasi.

Read More

Abdul Basyid Has Dorong Peran Aktif Pemerintah Daerah Dalam Pelestarian Bahasa Daerah

Abdul Basyid Has Dorong Peran Aktif Pemerintah Daerah Dalam Pelestarian Bahasa Daerah

Abdulbasyidhas.com, Tanjungpinang – Seluruh dunia merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari 2019, peringatan ini terinspirasi dari perjuangan masyarakat Bangladesh dalam menjadikan bahasa Bangli sebagai bahasa yang diakui. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) meresmikan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional pada tahun 1999.

Read More

Abdul Basyid Dorong Pemerintah Jamin Ketersediaan Air di Batam

Abdul Basyid Dorong Pemerintah Jamin Ketersediaan Air di Batam

BATAM – Masyarakat Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih banyak kesulitan mendapatkan akses air bersih. Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus difasilitasi oleh negara sebagaimana amanat UUD 1945 Pasal 33.

Salah satu daerah yang tidak mendapatkan akses air di Kota Batam adalah warga Kampung Tua Teluk Nipah Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa. Selama ini, kebutuhan air yang mereka dapatkan dengan cara membeli kepada pengecer air dengan menggunakan tangki. Salah satu faktor penyebab tidak adanya akses air adalah lahan-lahan di Batam yang kebanyakan status quo.

Tokoh Kepri, Abdul Basyid Has meminta persoalan kebutuhan air masyarakat Kepri dapat ditangani dengan maksimal. Karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat, serumit apapun perosalannya pemerintah sebagai pembangku kebijakan harus bisa mencari solusi. Apalagi terkait dengan air sangat vital untuk menunjang kehidupan masyarakat. Read More

Abdul Basyid Has Akan Perjuangkan Durian Natuna Masuk ke Pasar Ekspor

Abdul Basyid Has Akan Perjuangkan Durian Natuna Masuk ke Pasar Ekspor

Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Kepulauan Riau dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Basyid Has, berjanji akan memperjuangkan agar Durian asal Natuna bisa masuk ke pasar ekspor, dapat go international.

Abdul Basyid mengatakan Indonesia merupakan daerah tropis yang banyak tumbuh berbagai macam buah-buahan. Saat musim panen tiba, katanya tidak hanya dijual di pasar lokal, sudah semestinya bisa menjadi produk unggulan menembus pasar ekspor.

“Seperti di Pulai Natuna saat ini sedang panen durian, tapi sayang banyak yang tidak terjual, padahal buah ini kan sebetulnya disukai banyak orang,” kata Abdul Basyid kepada wartawan, Selasa, 5 Februari 2019.

Jika terpilih menjadi aggota legislatif, Abdul Basyid berjanji ekspor Durian Natuna akan menjadi salah satu program untuk mensejahteraan masyarakat.

“Makanya, masyarakat di sana harus dibantu dalam hal pemasaran bagaimana mengenalkan durian di sana ke pasar ekspor,” imbuh Abdul Basyid.

Ketua DPW PKB Kepulauan Riau ini juga menambahkan, promosi produk pertanian di Kepri saat ini sangat sedikit intensitasnya dibandingkan perdagangan dan pariwisata. Hal itu harus menjadi pekerjaan rumah pemangku kebijakan agar semua masyarakat Kepri dapat merasa kesejahteraan.

Sumber: Radar Bangsa

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Masih Rendah

Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau masih rendah. Tahun 2018 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menempati urutan ke-30 dari 34, di level 4,56%.

Demikian diungkapkan calon DPR RI Dapil Kepulauan Riau, Abdul Basyid Has. Meskipun masih rendah dibanding dengan daerah lain, terdapat kemajuan dibanding dengan tahun 2017 yang tumbuh sebesar 2%. Kinerja pemerintah dalam menghidupkan kembali geliat ekonomi Kepri patut diapresiasi.

Beberapa tahun terakhir, lanjut Basyid, kondisi ekonomi Kepulauan Riau sangat menyedihkan, dengan pertumbuhan ekonomi hanya kisaran 2%. Padahal Kepri punya hak khusus dalam bidang ekonomi yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Letaknya juga sangat strategis, secara perdagangan antar negara seharusnya dapat dioptimalkan.

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, pertumbuhan ekonomi sekarang, 4,5y% masih belum cukup untuk Kepri yang punya semua potensi pengembangan ekonomi. Pemerintah Kepri punya pekerjaan rumah besar agar segala kelebihan tersebut dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.

“Kepri secara keseluruhan memiliki potensi ekonomi yang besar dan belum memberikan dampak signifikan,” ungkap Basyid, Minggu (10/2/2019).

Untuk itu, menurut Basyid, Pemerintah Kepri harus punya rancangan pembangunan dengan prioritas sektor yang harua dikembangkan, ditingkatkan, ataupun diberikan perhatian khusus agar arah pertumbuhan ekonomi Kepri terarah. Jangan hanya bertumpu pada Batam sebagai pusat perekonomian yang belum mampu mengkatrol pertumbuhan ekonomi Kepri, harus ada langkah-langkah strategis.

“Kita akan terus mendorong peningkatan perekonomian Kepri agar kedepan tidak lagi jadi urutan bawah secara nasional, dan yang terpenting meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri seluruhnya,” tutup tokoh tokoh terkemuka di Kepulauan Riau ini.

Sumber: Warta Ekonomi

Abdul Basyid Has Dorong Pemerintah Kepri Kejar Ketertinggalan Pertumbuhan Ekonomi

Abdul Basyid Has Dorong Pemerintah Kepri Kejar Ketertinggalan Pertumbuhan Ekonomi

TANJUNGPINANG: Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menempati urutan ke-30 dari 34 sebesar 4,56 persen. Secara nasional beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Kepri selalu diurutan bawah. 

Meskipun masih rendah dibanding dengan daerah lain, terdapat kemajuan dibanding dengan tahun 2017 yang hanya tumbuh sebesar 2 persen. Kinerja pemerintah dalam menghidupkan kembali geliat ekonomi Kepri patut diapresiasi. Kepri secara keseluruhan memiliki potensi ekonomi yang besar dan belum memberikan dampak signifikan.

Senada dengan Tokoh Kepri, Abdul Basyid Has yang sangat menyayangkan komitmen pemerintah Kepri dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kepri punya hak khusus dalam bidang ekonomi yang tidak dimiliki oleh daerah lain, serta letak strategis secara perdagangan harus di optimalkan. Pemerintah Kepri punya pekerjaan rumah besar agar segala kelebihan tersebut dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.

“Sangat menyedihkan beberapa tahun terakhir kita disuguhkan kegagalan Kepri dalam membangun perekonomian, tahun 2018 pun masih urutan bawah secara nasional. Walaupun begitu, kerja keras pemerintah untuk meningkatkan ekonomi dari 2 persen di tahun 2017 menjadi 4 persen di tahun 2018 patut diapresiasi, namun itu belum cukup untuk Kepri yang punya semua potensi pengembangan ekonomi,” jelas Abdul Basyid Has di Tanjungpinang, Minggu (10/2/2019).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Kebangkitan Bangsa tersebut menambahkan pemerintah Kepri harus punya rancangan pembangunan berjangka serta prioritas sektor yang dikembangkan, ditingkatkan, ataupun diberikan perhatian khusus agar arah pertumbuhan ekonomi Kepri terarah. Jangan hanya bertumpu pada Batam sebagai pusat perekonomian yang belum mampu mengkatrol pertumbuhan ekonomi Kepri, harus ada langkah-langkah strategis. “Kita akan terus mendorong peningkatan perekonomian Kepri agar kedepan tidak lagi jadi urutan bawah secara nasional, dan yang terpenting meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri seluruhnya,” ujar Caleg DPR RI Dapil Kepri tersebut.

Sumber: Suara Karya