Drs. Abdul Basyid Has

Latest Posts

Abdul Basyid Fokus Sektor Pendidikan Anak

Abdul Basyid Fokus Sektor Pendidikan Anak

Calon anggota legislatif (Caleg), Abdul Basyid Has menyinggung masalah pendidikan yang harus menjadi perhatian bagi warga khususnya kota Batam.

Caleg daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu mengatakan, modernitas yang ada di Kota Batam harus dikawal dengan pendidikan yang membentuk akhlak anak-anak.

“Satu sisi kemajuan Kota Batam harus kita syukuri, namun di sisi lain akhlak anak-anak kita juga harus kita jaga. Pendidikan kita harus tetap mengarah pada terbentuknya akhlakul karimah setiap peserta didik,” kata Abdul, saat berdialog dengan tokoh dan masyarakat Kecamatan Batam Kota, Selasa (23/10).

Ketua Yayasan Pendidikan Haji Abdul Ghani ini menyebut, modernisasi yang terus melaju di Kota Batam tidak boleh dilepas begitu saja. Karena itu, lembaga pendidikan berfungsi untuk mengontrolnya.

“Keunggulan anak-anak Batam atas akses informasi teknologi harus kita bina dengan baik. Sebab di tangan merekalah nasib dan estafet kepemimpinan bangsa ini akan ditentukan,” kata Ketua Dewan Pembina Gerakan Kebangkitan Bangsa itu.Para tokoh serta masyarakat yang hadir nampak antusias mengikuti dialog. Mereka merespon positif Caleg yang melakukan dialog interaktif dalam proses pencalonannya.

Sumber: Jurnas

Piala AFC U-19 2018, Abdul Basyid Has Ajak Masyarakat Dukung Penuh Skuad Muda Indonesia

Piala AFC U-19 2018, Abdul Basyid Has Ajak Masyarakat Dukung Penuh Skuad Muda Indonesia

Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 melanjutkan perjuangannya di Piala AFC U-19 2018 melawan Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/10/2018) petang.

Laga ini terbilang penting mengingat jika menang, timnas akan memastikan diri lolos ke babak perempatfinal atau delapan besar kejuaraan sepakbola Asia tersebut. Setelahnya, timnas pun tinggal selangkah lagi bisa melaju ke Piala Dunia U-20 tahun depan.

Melihat peluang tersebut, Abdul Basyid Has, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2018-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengajak masyarakat untuk mendukung penuh skuad muda Indonesia tersebut.

“Kita harus memberikan dukungan penuh. Saya mengajak seluruh warga Kepri untuk mendukungnya. Mereka adalah pesepakbola masa depan Indonesia,” ujar Basyid saat dimintai keterangan, Minggu (21/10/2018).

Basyid menilai lolosnya Timnas U-19 ke Piala Dunia U-20 akan mengangkat harkat dan martabat bangsa di mata dunia. Karena itu ia berharap dukungan penuh seluruh masyarakat, khususnya warga Kepri.

“Jika mampu lolos ke Piala Dunia, dunia internasional akan mulai melirik kita sebagai bangsa yang unggul. Ini momentum kebangkitan bangsa kita, melalui sepakbola,” pungkas Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sumber: Kabarkepri

Abdul Basyid Has Soroti Kebijakan Impor Pangan

Abdul Basyid Has Soroti Kebijakan Impor Pangan

Abdul Basyid Has, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2018-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menilai pentingnya menjaga kedaulatan pangan sama dengan pentingnya menjaga harga diri bangsa Indonesia. Ia menyayangkan kebijakan pangan yang tidak memihak pada petani bangsa Indonesia sendiri.

“Di tanah yang begitu subur dan luas ini, bagaimana bisa kita masih impor pangan? Ini harus kita kaji dimana akar permasalahannya. Saya kira petani kita sangat mampu,” ujarnya saat dihubungi wartawan, belum lama ini.

Dikatakan Basyid, kebijakan impor beras, garam, dan sebagainya, di tengah melimpah ruahnya lahan kita adalah masalah yang cukup memalukan dan harus segera dibenahi.

“Jika stok nasional sudah cukup seperti yang sempat diberikatan, hendaknya kita jangan lagi impor. Kasihan petani kita,” beber Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ia pun menyarankan agar petani dibina dengan serius secara berkala. Lebih baik pemerintah mengadakan edukasi bagi petani supaya bisa meningkatkan produktivitas pertanian.

“Seperti di Jepang, saya dengar petani di sana bisa panen 6 kali dalam setahun. Kalau begini kan bisa mensejahterakan petani kita sendiri. Negara harus hadir mendorongnya. Daulat pangan adalah marwah bangsa,” pungkas Basyid yang juga Ketua DPW PKB Kepri.

Sumber: Warta Kepri

Abdul Basyid Has Ajak Warga Jauhkan Diri dari Keangkuhan

Abdul Basyid Has Ajak Warga Jauhkan Diri dari Keangkuhan

Abdul Basyid Has, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2019-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati dalam hidup bermasyarakat.

Ini dikatakannya usai mengambil pelajaran dari pertarungan UFC Khabib Nurmagomedof vs Conor McGregor, Minggu (7/10/2018) kemarin.

“Keangkuhan akan membawa kita pada malapetaka. Sikap McGregor yang begitu angkuh akhirnya mampu dikalahkan Khabib. Ia pun menanggung malu akibat sikapnya yang tinggi hati,” ujarnya ketika dihubungi, Rabu (10/10/2018).

Read More

Asian Para Games 2018, Abdul Basyid Has: Semoga Atlet-Atlet Indonesia Mampu Meraih Medali Sebanyak-Banyaknya

Asian Para Games 2018, Abdul Basyid Has: Semoga Atlet-Atlet Indonesia Mampu Meraih Medali Sebanyak-Banyaknya

Kepri –Asian Para Games 2018 secara resmi telah dibuka Sabtu (6/10/2018) malam kemarin. Pesta olahraga khusus atlet penyandang disabilitas se-Asia ini akan berlangsung hingga Sabtu depan, 13 Oktober 2018.

Abdul Basyid Has, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2019-2024 dari daerah pemillihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut ajang ini dengan sukacita. Abdul Basyid Has menilai kesuksesan turnamen multi event ini akan semakin mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia.

“Suksesnya Asian Games kemarin sudah mengangkat harga diri kita sebagai bangsa. Mari kita buktikan lagi kepada dunia melalui keberhasilan Asian Para Games ini,” katanya saat dihubungi, Minggu (7/10/2018).

Read More

Abdul Basyid Has: Menyebarkan Kabar Bohong Sangat Berbahaya

Abdul Basyid Has: Menyebarkan Kabar Bohong Sangat Berbahaya

Abdul Basyid Has, Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyayangkan kabar berita bohong atau hoaks yang dilakukan aktivis nasional, Ratna Sarumpaet, Rabu (3/10/2018) kemarin.

Sebelumnya Selasa (2/10/2018), Ratna Sarumpaet (RS) diberitakan mengaku mengalami pengeroyokan oleh beberapa oknum di Bandung dengan menunjukkan foto-foto muka lebamnya.

Namun sehari setelahnya, Rabu (3/10/2018), ia justu mengaku muka lebamnya bukan akibat pengeroyokan, namun bekas operasi plastik yang ia alami.

Pengakuan hoax yang dilakukannya ini mendatangkan masalah sebab ia sempat dibela oleh Prabowo Subianto dan tim pemenangan Calon Presiden RI tersebut.

“Ini pelajaran bagi kita untuk menghentikan segala macam hoaks. Menyebarkan kabar bohong yang tidak ada faktanya sangat berbahaya bagi kehidupan pribadi dan masyarakat luas,” ujar Basyid saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya di Batam, Sabtu (6/10/2018).

Read More

Hari Guru Sedunia, Abdul Basyid Has: Guru Penegak Kemajuan Bangsa

Hari Guru Sedunia, Abdul Basyid Has: Guru Penegak Kemajuan Bangsa

Hari Guru Sedunia jatuh setiap tanggal 5 Oktober. Peringatan ini lahir dari hasil Konferensi antara negara-negara dunia yang berlangsung di Paris, 21 September – 5 Oktober 1994. Ketika itu dihadiri 76 negara anggota UNESCO, termasuk Indonesia.

UNESCO menyatakan bahwa Hari Guru Sedunia adalah upaya kepedulian terhadap peran vital guru dalam membagi ilmu pengetahuan sekaligus membangun generasi dunia berikutnya.

Abdul Basyid Has, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2019-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut memperingatinya dengan khidmat.

“Hari ini penting untuk mengenang jasa guru-guru kita. Pernahkah kita mengingat betapa berjasanya mereka? Saya sendiri tak bisa membayangkan apa jadinya saya tanpa guru-guru saya sejak kecil”, kenang Basyid saat dihubungi, Jumat (5/10/2018).

Read More

Tidak Hanya Batik, Abdul Basyid Has Ingin Eksistensi Kain Songket di Kepri Juga Harus Dijaga

Tidak Hanya Batik, Abdul Basyid Has Ingin Eksistensi Kain Songket di Kepri Juga Harus Dijaga

Sejak ditetapkan sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009, batik resmi menjadi kebanggan Indonesia. Tanggal 2 Oktober pun diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Abdul Basyid Has, Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberi catatan tersendiri.

“Kita ikut berbangga dengan adanya Hari Batik ini. Karya leluhur ini harus terus dilestarikan,” kata Abdul Basyid Has, di Batam, Selasa (2/10/2018).

Namun Basyid menilai pentingnya menjaga eksistensi kain-kain lainnya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, salah satunya songket.

“Sebagai tanah kultur Melayu, Kepri punya kain songket yang berkembang turun temurun dari generasi ke generasi,” sambungnya.

Read More

Abdul Basyid Has Sampaikan Rasa Duka untuk Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu

Abdul Basyid Has Sampaikan Rasa Duka untuk Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu

Sulawesi Tengah (Sulteng), tepatnya Kota Palu dan Donggala, diguncang gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter yang disertai tsunami setinggi 1,5 meter pada Jum’at (28/9/2018) sore. Gempa dikabarkan terasa hingga ke daerah Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Abdul Basyid Has, calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut menyampaikan rasa dukanya kepada masyarakat Palu, Donggala, dan sekitarnya.

“Duka mendalam saya sampaikan atas musibah ini. Semoga saudara-saudara kita di Palu, Donggala, dan sekitarnya diberikan kekuatan menghadapi ujian Allah ini,” ujar Basyid ketika dihubungi Sabtu (29/9/2018).

Read More

Indonesia Merdeka karena Pertanian

Indonesia Merdeka karena Pertanian

Bertahun-tahun sudah Hari Tani Nasional diperingati. Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) yang diteken oleh Presiden Soekarno pada 24 September 1960 menjadi dasarnya. Tahun ini, Senin, 24 September, Hari Tani Nasional kembali kita renungkan.

Abdul Basyid Has, calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut merefleksikan Hari Tani Nasional. Basyid menilai hari Hari Tani Nasional penting diperingati untuk mengenang kembali proses kemerdekaan kita.

“Boleh kita katakan, Indonesia ada karena masalah pertanian,” ujarnya saat dimintai keterangan, Senin (24/9/2018).

Read More