Drs. Abdul Basyid Has

Latest Posts

Abdul Basyid Has Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Berkualitas di Kepri

Abdul Basyid Has Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Berkualitas di Kepri

Batam – Ketua Dewan Pembina Gerakan Kebangkitan Bangsa (GKB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Abdul Basyid Has menyoroti permasalahan dan berbagai keluhan masyarakat di Kepri. Salah satunya soal pelayanan kesehatan masyarakat.

“Banyak keluhan masyarakat soal layanan kesehatan yang belum memadai, khususnya di daerah pulau-pulau kecil di Kepri,” ujar Abdul Basyid Has saat ditemui awak media di Batam, Kamis (9/8).

Calon Anggota DPR RI Periode 2019-2024 Dapil Kepri ini menyampaikan beberapa keluhan yang disampaikan di antaranya pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang belum merata dan juga sarana dan prasarana yang menunjang layanan kesehatan masyarakat hingga pelosok desa.

Read More

Abdul Basyid Has Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Kepri Jaga Kerukunan

Abdul Basyid Has Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Kepri Jaga Kerukunan

Batam – Ketua dewan pembina Gerakan Kebangkitan Bangsa (GKB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has mengajak seluruh elemen masyarakat di Kepri untuk tetap menjaga dan merawat kerukunan dan persatuan antar sesama. Menurutnya, kerukunan dan persatuan adalah kunci utama kemajuan daerah.

Ajakan tersebut tersebut, disampaikan saat mengisi kajian mingguan bersama puluhan jamaah majlis taklim di Aula Hang Nadim Malay School, di Jalan Tiban V, Patam Lestari, Sekupang, Kota Batam, Kamis (2/8).

Abdul Badyid Has yang juga Calon Anggota (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) periode 2019-2024 Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Kepri ini mengingatkan warga untuk tidak terpancing isu-isu politik yang berpotensi memecah belah kerukunan dan persatuan.

“Kerukunan warga itu sangat penting, jangan sampai persatuan kita dirusak oleh segelintir orang yang akan memecah belah kita,” tegas Basyid.

Memasuki tahun politik, lanjut Basyid, semua elemen masyarakat diminta untuk aktif mewujudkan suasana yang rukun antar umat beragama apalagi sebentar lagi ada pesta demokrasi pemilu serentak 2019.

“Perbedaan pilihan itu sah, mari kita kuatkan rasa saling menghormati dan menghargai perbedaan. Jika rasa toleransi kita kuat, maka kerukunan antar warga akan tetap terjalin,” pintanya.

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepri ini juga menyinggung aksi penghadangan terhadap aktivis gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman dan rombongan di Bandara Hang Nadim Kota Batam, Ahad (29/7/2018) kemarin. Menurut Basyid, itu tindakan yang sangat disayangkan karena mengganggu hak orang lain untuk menyuarakan pendapat.

“Jangan sampai aksi penghadangan seperti itu terulang kembali di Kepri, biarkan jika ada kelompok atau organisasi gerakan yang ingin menyuarakan pendapat. Kita hidup di negara hukum, serahkan pada yang berwajib jika kegiatan tersebut melanggar,” pungkasnya. (*)

Guru Honorer Keluhkan Kesejahteraan, Apa Kata Caleg DPR RI Abdul Basyid Has?

Guru Honorer Keluhkan Kesejahteraan, Apa Kata Caleg DPR RI Abdul Basyid Has?

Batam – Calon anggota DPR RI periode 2019-2024 Dapil Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Abdul Basyid Has berkesempatan berdialog dengan puluhan guru swasta sekaligus menyaring aspirasi para guru. Dialog berlangsung di Aula Hang Nadim Malay School, Jalan Tiban V Patam Lestari, Sekupang, Kota Batam, Minggu (29/7/2018).

Dalam kesempatan tersebut Abdul Basyis Has dihujani beberapa pertanyaan yang menjurus tentang nasib guru honorer terlebih soal kesejahteraan yang kian sulit. Menurut Adul Basyid Has, sampai saat ini kesejahteraan guru honorer masih menjadi masalah utama yang masih belum terselesaikan.

“Perlu ada upaya kongkrit untuk mengurai persoalan guru honorer di Kepri. Eksekutif, legislatif, dan lembaga lembaga masyarakat sipil harus duduk bersama untuk mencari keluar atas masalah ini, jangan sampai problem guru menggangu semangat pembelajaran di sekolah,” ujar Basyid.

Read More

Abdul Basyid Has: Pilih Wakil Rakyat yang Bisa Memperjuangakan Aspirasi Masyarakat

Abdul Basyid Has: Pilih Wakil Rakyat yang Bisa Memperjuangakan Aspirasi Masyarakat

Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang hanya mengandalkan kekuatan finansial dalam meraup suara sangat merusak tatanan demokrasi. Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PKB Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has, saat ditemui media di Halaman Hang Nadim Malay School Batam, Jum’at (27/7).

Basyid menjelasakan, jika Caleg hanya mengandalkan finansial saja, maka tidak akan bisa menghasilkan wakil rakyat yang mampu memperjuangkan aspirasi dan menyelesaikan masalah yang terjadi di daerah pemilihannya.

“Masyarakat saat ini sudah cerdas, politik uang akan merugikan masyarakat dalam jangka panjang maupun jangka pendek, karena caleg yang terpilih karena uang, tak akan pernah bertanggung jawab terhadap daerah pemilihannya,” ujarnya.

Basyid yang juga Calon anggota DPR RI periode 2019-2024 Dapil provinsi Kepri ini mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilih wakil rakyat, bukan semata karena iming-iming uang atau janji-janji semata.

Read More

Harlah PKB Ke-20, Abdul Basyid Has Ajak Semua Kader Menangkan Caleg PKB

Harlah PKB Ke-20, Abdul Basyid Has Ajak Semua Kader Menangkan Caleg PKB

Batam – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-20. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has, mengingatkan kader-kadernya untuk untuk terus berjuang memenangkan PKB di Pemilu 2019, sekaligus para Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang di usung PKB.

“Harlah PKB ke 20 ini mari kita jadikan monentum meningkatkan semangat berjuang untuk kemenangan PKB dan para caleg dari PKB,” kata Abdul Basyid Has usai menghadiri rapat koordinasi dengan sejumlah kader dan pengurus PKB Kepri, di Batam, (23/7).

Read More

Maju Caleg DPR RI, Abdul Basyid Has Ingin Perjuangkan Perubahan di Kepri

Maju Caleg DPR RI, Abdul Basyid Has Ingin Perjuangkan Perubahan di Kepri

Batam –  Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPR RI 2019 Dapil Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Basyid Has menyatakan bahwa dirinya ingin berjuang untuk membangun dan memajukan provinsi Kepri. Selain itu, dirinya juga ingin memperjuangan aspirasi rakyat di daerah melalui lembaga legislatif di pusat.

Hal tersebut disampaikan Abdul Basyid Has kepada wartawan usai mengisi pembekalan dan rapat koordinasi bersama kader Gerakan Kebangkitan Bangsa (GKB) di aula Hang Nadim Malay School, Batam, Sabtu (21/7).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) partai bernomor urut satu ini juga menjelaskan, banyak hal yang harus dibenahi untuk melakukan perubahan di Kepri. Menurutnya, beberapa aspek yang mendesak untuk dibenahi misalnya soal ekonomi, pendidikan, lapangan kerja dan pertanian.

“Harus ada upaya akselerasi untuk membenahi beberapa problem tersebut. Tentunya ke depan kepada semua pihak khususnya lembaga legislatif harus mendorong perubahan di Kepri,” jelas Abdul Basyid Has.

Read More

Tangkal Radikalisme, Abdul Basyid Has Ajak Warga Kepri Perkuat Islam Nusantara

Tangkal Radikalisme, Abdul Basyid Has Ajak Warga Kepri Perkuat Islam Nusantara

Batam –  Pembina Gerakan Kebangkitan Bangsa (GKB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has mengajak seluruh umat Islam di Kepri untuk memperkuat Islam Nusantara yang sudah menjadi budaya di sebagian keluarga besar di negeri ini. Menurutnya, Islam nusantara adalah khazanah kekayaan bangsa yang idealnya diperkuat oleh semua komponen bangsa untuk menangkal ancaman paham radikal dan ideologi transnasional. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kepri itu kepada wartawan di kediamannya, Rabu (18/7).

Bakal calon anggota DPR RI dari Dapil Kepri ini juga mengatakan, Islam bisa berkembang dengan rukun damai dan bisa secara luas diterima masyarakat karena pendekatan budaya lokal sebagai pemahaman keagamaan.

“Islam Nusantara hadir sebagai ideologi yang menjunjung tinggi nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah dan mengedepankan toleransi serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi tegaknya NKRI di bumi Indonesia,” katanya.

Selain itu, pria yang cukup lama malang melintang di Nahdlatul Ulama (NU) ini juga menyampaikan bahwa Islam Nusantara akan mampu meredam aksi terorisme di Indonesia. Karen pendekatan dakwah Islam Nusantara adalah soft atau halus. Basyid berharap Kepri menjadi yang terdepan dalam pemberantasan terorisme dan bebas dari radikalisme.

“Di sini, apalagi di Batam, penduduknya heterogen. Kedamaian, kerukunan dan saling menghargai adalah utama. Jadi mengedepankan sikap toleran atas perbedaan dan bisa menikmati hidup beragam dan berwarna menjadi penting. Saya sendiri akan mengawal soal itu. Bagaimana Kepri dan Batam menjadi daerah maju yang damai dan nyaman,” pungkasnya. (Sumber: Indopolitika)

77.186 Anak di Kepri Tak Sekolah, Abdul Basyid Has: Perlu Ada Regulasi yang Tepat

77.186 Anak di Kepri Tak Sekolah, Abdul Basyid Has: Perlu Ada Regulasi yang Tepat

Batam – Pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam pembangunan daerah. Namun, di beberapa daerah pendidikan masih menjadi problem tersendiri dengan menumpuknya jumlah anak tak bersekolah juga problem kesejahteraan guru.

Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016 menyebutkan sebanyak 77.186 anak usia sekolah 7-18 tahun di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tidak bisa menikmati layanan pendidikan di sekolah. Dari 77.186 anak tidak bisa menikmati layanan pendidikan sebanyak 34.930 anak usia sekolah dasar (SD), 17.460 anak usia sekolah menengah pertama (SMP), dan 24.795 anak usia sekolah menengah atas (SMA).

Menanggapi kondisi tersebut, Pembina Gerakan Kebangkitan Bangsa (GKB) Provinsi Kepri, Abdul Basyid Has mengatakan, masih tingginya anak usia sekolah yang tidak menikmati pendidikan di Kepri di antaranya disebabkan tidak adanya regulasi yang kuat untuk akses pendidikan wajib belajar (wajar) 12 tahun.

“Pemerintah Daerah perlu menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) untuk wajar 12 tahun, Pemda harus punya regulasi yang tepat untuk mendorong anak-anak di Kepri bisa sekolah secara menyeluruh,” ujar Basyid, saat ditemui awak media usai mengisi dialog dengan para guru di Hang Nadim Malay School, di Batam, Senin, (4/6).

Read More

Hari Lahir Pancasila, Ketua PKB Kepri: Momentum Bangkitkan Semangat Pancasila

Hari Lahir Pancasila, Ketua PKB Kepri: Momentum Bangkitkan Semangat Pancasila

Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada setiap tanggal 1 Juni selalu disambut baik oleh masyarakat Indonesia, sejak ditetapkan Presiden Jokowi pada 1 Juni 2016 lalu. Masyakarat pun antusias mempringatinya dengan berbagai macam kegiatan.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Abdul Basyid Has mengatakan, peringatan ini adalah momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.

“Momentum untuk memaknai perjuangan para pahlawan dan membangkitan semangat Pancasila dalam kehidupan kita,” ujar Basyid usai menghadiri rapat koordinasi di Batam, Jum’at (1/6/2018).

Read More

Hang Nadim Malay School-Telkomsel Luncurkan Program SISKA

Hang Nadim Malay School-Telkomsel Luncurkan Program SISKA

Zaman terus berkembang, komunikasi pun ikut berkembang. Jika dulu komunikasi yang efektif melalui penyampaian lisan maupun tulisan, tapi zaman now (sekarang, red) komunikasi yang efektif lewat jempol di telepon seluler (ponsel). Sekolah Islam Hang Nadim Malay School menangkap peluang ini, bekerja sama dengan operator provider nasional Telkomsel meluncurkan program sistim informasi sekolah dan akademik (SISKA).

Orang Tua Bisa Pantau Anaknya Secara Digital

Program SISKA ini, anak datang ke sekolah membawa kartu elektronik Telkomsel cash (t-cash). T-cash tersebut di-scan di tempat yang sudah disediakan yakni semacam tempat finger print di lingkungan kerja perusahaan. Setelah di-scan, beberapa detik kemudian operator Telkomsel secara otomatis mengirimkan pesan sing­kat (short message service/ SMS) kepada orang tua bahwa anaknya masuk jam berapa.

”Program SISKA ini memberikan informasi ke orang tua, sehingga orang tua gak perlu was-was lagi sama anaknya sudah sampai di sekolah atau belum. Pintu masuknya adalah absen, dari absen bisa mengakses laman-laman yang disediakan di program SISKA,” beber Basyid.

Dengan SISKA ini, Sekolah Islam Hang Nadim Malay School memberikan komunikasi digital antara anak dengan orang tuanya. Yang mana, setiap anak diberikan password untuk membuka laman SISKA Hang Nadim Malay School. Berbagai informasi ditampilkan dalam laman SISKA Hang Nadim Malay School. Mulai dari tugas sekolah, dan sebagainya termasuk informasi dari sekolah ke orang tua.

T-cash itu tidak hanya untuk absen, tetapi juga bisa dipakai belanja di kantin dengan tidak membawa uang tunai (transaksi nontunai). Orang tua bisa mengisi berapa nilai saldo rupiah di kartu t-cash anaknya, sehingga orang tua bisa mengatur limit belanja anaknya. T-cash tersebut tinggal di-scan ke penjaga kantin, bisa belanja sesuai saldo rupiah di t-cash anak.

”Dengan program SISKA ini, anak-anak sudah diperkenalkan teknologi digital. Sehingga, ini jadi bekal menambah sikap mental anak siap meng­hadapi perkembangan teknologi yang mau tak mau pasti dihadapi dan tak bisa dihambat perkem­bangannya,” jelasnya.

Ke depan, aku Basyid, dirinya akan terus melakukan inovasi-inovasi mendidik anak yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dilandasi iman dan takwa yang berkarakter Islami. Disebutkannya, mengembangkan inovasi pendidikan di Kepri merupakan bentuk kepeduliannya terhadap bangsa dan negara untuk ikut terlibat mencerdaskan kehidupan bangsa.

”Saya konsen mempersiapkan generasi 10-20 tahun ke depan. Di mana saya melihat, bahwa pemimpin yang sekarang rusak akibat pendidikan 10-20 tahun lalu yang rusak,” ujar Basith, tokoh yang selain nasionalis juga dikenal tidak alergi dengan perbedaan dengan berpegang teguh pada nilai dan karakter Islami.

Hal itu dibuktikan Basyid di Hang Nadim Malay School dengan menerapkan pendidikan karakter nilai Islami. Ia sangat menekankan pendidikan karakter sebagai standarisasi akhlakul karimah dengan nilai-nilai Islami. Anak-anak masuk sekolah harus salam tangan guru dan mencium tangan sang guru. Kemudian, anak-anak didik menghormati guru seperti menghormati orang tuanya. Jika ada anak-anak yang berkata-kata kasar terdengar oleh anak-anak yang lain, anak-anak jadi ”ribut” memberi tahu ke guru kalau ada anak yang berkatakata kasar.

”Itu artinya, anak-anak tidak mentolerir dan menerima kalau ada anak yang karakternya di luar nilai Islami. Kebersihan diprioritaskan, sehingga anak-anak kalau belajar duduk bermalas-malasan di selasar. Selasar bersih, tiap hari dipel. Suasana lingkungan sekolah yang asri, nuansa alam dijaga,” terang Basyid. (*)