Drs. Abdul Basyid Has

Category: Berita

Abdul Basyid Has Akan Perjuangkan Durian Natuna Masuk ke Pasar Ekspor

Abdul Basyid Has Akan Perjuangkan Durian Natuna Masuk ke Pasar Ekspor

Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Kepulauan Riau dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Basyid Has, berjanji akan memperjuangkan agar Durian asal Natuna bisa masuk ke pasar ekspor, dapat go international.

Abdul Basyid mengatakan Indonesia merupakan daerah tropis yang banyak tumbuh berbagai macam buah-buahan. Saat musim panen tiba, katanya tidak hanya dijual di pasar lokal, sudah semestinya bisa menjadi produk unggulan menembus pasar ekspor.

“Seperti di Pulai Natuna saat ini sedang panen durian, tapi sayang banyak yang tidak terjual, padahal buah ini kan sebetulnya disukai banyak orang,” kata Abdul Basyid kepada wartawan, Selasa, 5 Februari 2019.

Jika terpilih menjadi aggota legislatif, Abdul Basyid berjanji ekspor Durian Natuna akan menjadi salah satu program untuk mensejahteraan masyarakat.

“Makanya, masyarakat di sana harus dibantu dalam hal pemasaran bagaimana mengenalkan durian di sana ke pasar ekspor,” imbuh Abdul Basyid.

Ketua DPW PKB Kepulauan Riau ini juga menambahkan, promosi produk pertanian di Kepri saat ini sangat sedikit intensitasnya dibandingkan perdagangan dan pariwisata. Hal itu harus menjadi pekerjaan rumah pemangku kebijakan agar semua masyarakat Kepri dapat merasa kesejahteraan.

Sumber: Radar Bangsa

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Masih Rendah

Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau masih rendah. Tahun 2018 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menempati urutan ke-30 dari 34, di level 4,56%.

Demikian diungkapkan calon DPR RI Dapil Kepulauan Riau, Abdul Basyid Has. Meskipun masih rendah dibanding dengan daerah lain, terdapat kemajuan dibanding dengan tahun 2017 yang tumbuh sebesar 2%. Kinerja pemerintah dalam menghidupkan kembali geliat ekonomi Kepri patut diapresiasi.

Beberapa tahun terakhir, lanjut Basyid, kondisi ekonomi Kepulauan Riau sangat menyedihkan, dengan pertumbuhan ekonomi hanya kisaran 2%. Padahal Kepri punya hak khusus dalam bidang ekonomi yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Letaknya juga sangat strategis, secara perdagangan antar negara seharusnya dapat dioptimalkan.

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, pertumbuhan ekonomi sekarang, 4,5y% masih belum cukup untuk Kepri yang punya semua potensi pengembangan ekonomi. Pemerintah Kepri punya pekerjaan rumah besar agar segala kelebihan tersebut dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.

“Kepri secara keseluruhan memiliki potensi ekonomi yang besar dan belum memberikan dampak signifikan,” ungkap Basyid, Minggu (10/2/2019).

Untuk itu, menurut Basyid, Pemerintah Kepri harus punya rancangan pembangunan dengan prioritas sektor yang harua dikembangkan, ditingkatkan, ataupun diberikan perhatian khusus agar arah pertumbuhan ekonomi Kepri terarah. Jangan hanya bertumpu pada Batam sebagai pusat perekonomian yang belum mampu mengkatrol pertumbuhan ekonomi Kepri, harus ada langkah-langkah strategis.

“Kita akan terus mendorong peningkatan perekonomian Kepri agar kedepan tidak lagi jadi urutan bawah secara nasional, dan yang terpenting meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri seluruhnya,” tutup tokoh tokoh terkemuka di Kepulauan Riau ini.

Sumber: Warta Ekonomi

Abdul Basyid Has Dorong Pemerintah Kepri Kejar Ketertinggalan Pertumbuhan Ekonomi

Abdul Basyid Has Dorong Pemerintah Kepri Kejar Ketertinggalan Pertumbuhan Ekonomi

TANJUNGPINANG: Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menempati urutan ke-30 dari 34 sebesar 4,56 persen. Secara nasional beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Kepri selalu diurutan bawah. 

Meskipun masih rendah dibanding dengan daerah lain, terdapat kemajuan dibanding dengan tahun 2017 yang hanya tumbuh sebesar 2 persen. Kinerja pemerintah dalam menghidupkan kembali geliat ekonomi Kepri patut diapresiasi. Kepri secara keseluruhan memiliki potensi ekonomi yang besar dan belum memberikan dampak signifikan.

Senada dengan Tokoh Kepri, Abdul Basyid Has yang sangat menyayangkan komitmen pemerintah Kepri dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kepri punya hak khusus dalam bidang ekonomi yang tidak dimiliki oleh daerah lain, serta letak strategis secara perdagangan harus di optimalkan. Pemerintah Kepri punya pekerjaan rumah besar agar segala kelebihan tersebut dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.

“Sangat menyedihkan beberapa tahun terakhir kita disuguhkan kegagalan Kepri dalam membangun perekonomian, tahun 2018 pun masih urutan bawah secara nasional. Walaupun begitu, kerja keras pemerintah untuk meningkatkan ekonomi dari 2 persen di tahun 2017 menjadi 4 persen di tahun 2018 patut diapresiasi, namun itu belum cukup untuk Kepri yang punya semua potensi pengembangan ekonomi,” jelas Abdul Basyid Has di Tanjungpinang, Minggu (10/2/2019).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Kebangkitan Bangsa tersebut menambahkan pemerintah Kepri harus punya rancangan pembangunan berjangka serta prioritas sektor yang dikembangkan, ditingkatkan, ataupun diberikan perhatian khusus agar arah pertumbuhan ekonomi Kepri terarah. Jangan hanya bertumpu pada Batam sebagai pusat perekonomian yang belum mampu mengkatrol pertumbuhan ekonomi Kepri, harus ada langkah-langkah strategis. “Kita akan terus mendorong peningkatan perekonomian Kepri agar kedepan tidak lagi jadi urutan bawah secara nasional, dan yang terpenting meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri seluruhnya,” ujar Caleg DPR RI Dapil Kepri tersebut.

Sumber: Suara Karya

Abdul Basyid Has: Selamat Hari Jadi Kota Batam ke-189

Abdul Basyid Has: Selamat Hari Jadi Kota Batam ke-189

Batam — Tak seorangpun yang dapat menyangkal bahwa Batam adalah salah satu kota maju di Republik Indonesia ini. Namun jika terus mengejar kemajuan, tanpa menjaga tradisi yang terkandung dalam masyarakat, ini bisa jadi nestapa bagi bangsa.

Demikian dikatakan Abdul Basyid Has, Caleg DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode 2019-2024. Pendapat itu disampaikannya dalam memperingati Hari Jadi Kota Batam ke-189 yang jatuh pada hari Selasa (18/12/2018) ini.

Basyid menilai kemajuan yang telah, sedang, dan akan dipacu Kota Batam harus diimbangi dengan terjaganya kemuliaan akhlak dalam masyarakat. “Terus mengejar kemajuan, mendorong modernisasi, bisa membawa masyarakat pada sikap shock culture. Inilah yang harus pikirkan,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (18/12/2018).

Jika dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin kita sulit menjumpai budaya sendiri yang menjadi identitas asli masyarakat Batam. “Inilah cikal bakal hilangnya tradisi dalam masyarakat. Di Batam ini, jangan sampai hilang kultur Melayu di bumi. Tradisi kita mengandung kemuliaan akhlak. Dan itu harus kita jaga,” tutur Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepri tersebut.

Karena itu untuk menjaganya, Basyid mengajak seluruh pihak untuk bersinergi. Baik pemerintah, pihak swasta, aparat kepolisian, militer, masyarakat sendiri, instansi pendidikan, dan seterusnya, harus satu visi untuk peduli terhadap hal ini. “Selamat Hari Jadi Kota Batam ke-189. Mari kita konsisten membangun pendidikan berlandaskan akhlak,” pungkas Basyid yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Haji Abdul Ghani.

Hari Jadi Kota Batam diperingati setiap tanggal 18 Desember setiap tahunnya. Peringatan ini mengacu pada Perda Kota Batam Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Hari Jadi Kota Batam.

Hari Jadi Kota Batam diambil dari pengangkatan Raja Isa sebagai penguasa Nongsa, kampung kecil yang menjadi cikal bakal Kota Batam, pada 18 Desember 1828. Kini Nongsa menjadi sebuah Kecamatan dalam administrasi daerah Kota Batam, Kepri.

Abdul Basyid Has: Waspadai Bahaya Laten Korupsi

Abdul Basyid Has: Waspadai Bahaya Laten Korupsi

Batam — Hari Minggu (9/12/2018) ini jatuh sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia. Peringatan ini dimulai setelah Konvensi PBB Melawan Korupsi yang terselenggara pada 31 Oktober 2003 lalu.

Korupsi di seluruh penjuru dunia adalah kejahatan yang diperangi. Karenanya PBB merasa perlu untuk memperingati momen tersebut dengan tujuan meningkatkan kesadaran anti korupsi di seluruh penjuru dunia.

Abdul Basyid Has, Caleg DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut memperingati peringatan tersebut. Namun bukan untuk selamatan, Basyid menilai Hari Anti Korupsi Sedunia adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan bahaya laten korupsi yang masih terus terjadi di negeri ini.

“Saya mau bilang selamat hari anti korupsi, tapi ini kan hal yang tidak pantas untuk diselamat-selamatkan, malu kita. Mari kita anggap saja peringatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten korupsi,” ungkapnya kepada wartawan di Batam, Minggu (9/12/2018).

Ketua Yayasan Pendidikan Haji Abdul Ghani ini menilai berkaca diri adalah hal sederhana yang dapat dilaksanakan dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Sebelum menyatakan perang terhadap korupsi, sangat elok jika masyarakat betul-betul membersihkan dirinya.

“Telunjuk lurus, kelingking berkait. Ini yang kadang tidak kita sadari. Pepatah itu benar adanya. Mudah sekali kita menghakimi kesalahan orang, sementara diri sendiri kita belum pastikan. Semoga ini tidak terjadi di tanah Kepri,” pungkas Basyid yang juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Kepri.

Sumber: Kabarpolitik

Melalui Pendidikan, Abdul Basyid Has Ingin Angkat Martabat Kepri

Melalui Pendidikan, Abdul Basyid Has Ingin Angkat Martabat Kepri

Batam — Abdul Basyid Has, Caleg DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bersilaturahmi dengan para tokoh serta masyarakat Kecamatan Belakang Padang, Batam, Kepri, pada Kamis (29/11/2018) malam kemarin.

Dalam dialognya, Basyid kembali menegaskan akan fokus membangun dunia pendidikan andai terpilih diberi amanah oleh rakyat pada pemilu 2019 mendatang. “Berkali-kali saya menegaskan upaya ini, sebab ini sangat penting guna mengangkat harkat dan martabat orang-orang pulau seperti kita ini,” ujarnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Haji Abdul Ghani tersebut menegaskan hanya melalui pendidikan lah suatu masyarakat dapat unggul. “Dunia pendidikan bahkan bukan sekedar membangun generasi, namun juga juga menentukan peradaban masyarakat,” sambungnya.

Basyid juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kekompakan demi menjaga solidaritas antar sesama. Sebab nasib orang pulau harus diperjuangkan oleh orang pulau itu sendiri, bukan menyerahkannya pada orang lain.

“Dibanding etnis lain di Indonesia, jumlah kita sebagai orang Melayu mungkin termasuk sedikit, untuk itu kita harus jaga kekompakan sesama kita. Saya sebagai orang asli Kepri merasa terpanggil untuk memajukan tanah ini,” pungkas Basyid yang juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Kepri.

Sumber: Monitor

Abdul Basyid Has Tegaskan Pentingnya Menjaga Marwah Kepri

Abdul Basyid Has Tegaskan Pentingnya Menjaga Marwah Kepri

Batam — Abdul Basyid Has, Calon Anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersilaturahmi dengan para tokoh serta masyarakat Kecataman Galang, Kota Batam, pada Rabu (28/11/2018) sore kemarin.

Dalam dialognya, Abdul Basyid Has memaparkan banyak hal terkait dengan itikadnya maju menjadi wakil rakyat Kepri di kursi DPR RI periode 2019-2024 mendatang. Antara lain soal kebulatan tekad membangun daerah, menjaga marwah Kepri, hingga membawa pulang anggaran dari Jakarta ke Kepri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Siapa lagi yang akan memikirkan nasib kita sebagai orang kepulauan, jika tidak kita sendiri. Bertahun-tahun hidup di Kepri mendatangkan keresahan di batin saya, hingga akhirnya membulatkan tekad untuk berjuang lebih nyata di jalur DPR RI nanti,” ungkap Basyid yang juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepri.

Read More

Lima Hari Menghilang, Abdul Basyid Has Sambangi Nelayan Pulau Geranting

Lima Hari Menghilang, Abdul Basyid Has Sambangi Nelayan Pulau Geranting

Sulaiman (50), nelayan asal Pulau Geranting, Kelurahan Pulau Terong, Kecamatan Belakang Padang, Batam, Kepri, sempat dikabarkan hilang selama lima hari sejak Jumat (16/11/2018) minggu kemarin.

Ia baru ditemukan seorang warga saat hendak mengambil air di Pulau Sekupang, Batam, pada Rabu (21/11/2018) pagi kemarin. Masyarakat yang sempat melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Belakang Padang pun sontak langsung membawa Sulaiman ke rumahnya di Pulau Geranting.

Mendengar berita tersebut, Abdul Basyid Has, Calon Anggota DPR RI daerah pemilihan Kepulauan Riau, langsung menyambangi kediaman Sulaiman pada Rabu (21/11/2018) sore kemarin. Ia turut mendoakan sang nelayan dan keluarga agar diberi kesehatan dan keselamatan.

Read More

Abdul Basyid Has: Nabi Muhammad adalah Inspirasi Hidup Manusia Sepanjang Zaman

Abdul Basyid Has: Nabi Muhammad adalah Inspirasi Hidup Manusia Sepanjang Zaman

Batam — Kehidupan Nabi Muhammad SAW sangatlah penuh dengan perjuangan dan pengorbanan yang harus kita jadikan teladan dalam menjalani hidup. Dari dirinya kita tidak hanya ditunjukkan jalan kebenaran, namun juga terdapat semangat hidup yang luar biasa.

Sejak dari kelahirannya, masa kecilnya, tumbuh besar, hingga mampu membawa umat manusia kepada jalan keselamatan, semua dijalani dengan perjuangan serta kerja keras yang tinggi.

Demikian dikatakan Abdul Basyid Has, Calon Anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad tahun 1440 Hijriyah yang jatuh pada hari Selasa (20/11/2018) ini.

“Sungguh beliau adalah suri teladan manusia sepanjang zaman. Memperingati maulid nabi (Muhammad) ini momentum kita untuk membaca ulang kisah hidupnya yang penuh dengan dinamika,” ujar Basyid saat dimintai keterangan di Batam, Selasa (20/11/2018).

Read More

Abdul Basyid Has: Bangsa Kepulauan Punya Toleransi Tinggi

Abdul Basyid Has: Bangsa Kepulauan Punya Toleransi Tinggi

Abdul Basyid Has, Caleg DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan bahwa bangsa yang hidup di wilayah kepulauan pada dasarnya sudah mempunyai tingkat toleransi tinggi yang melekat dalam kebudayaannya.

Sebab sejak dulu mereka telah terbiasa berinteraksi dengan dunia luar, sehingga membentuk karakter yang lebih terbuka, egaliter, toleran, dan memiliki persaudaraan yang kuat dengan bangsa lain. Orang lain bagi mereka adalah rekan yang berguna bagi kehidupan, baik berniaga, bertukar barang, maupun bersosialisasi sehari-hari.

“Dunia akademik pun saya kira mengamini. Masyarakat yang hidup di daerah pesisir atau kepulauan lebih egaliter dan terbuka. Karena itu ia begitu menghargai orang lain. Begitu juga dengan masyarakat Kepri,” ujar Basyid saat dihubungi wartawan, Sabtu (17/11/2018).

Read More