Drs. Abdul Basyid Has

Tag: PKB

Abdul Basyid Has Ajak Warga Jauhkan Diri dari Keangkuhan

Abdul Basyid Has Ajak Warga Jauhkan Diri dari Keangkuhan

Abdul Basyid Has, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2019-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati dalam hidup bermasyarakat.

Ini dikatakannya usai mengambil pelajaran dari pertarungan UFC Khabib Nurmagomedof vs Conor McGregor, Minggu (7/10/2018) kemarin.

“Keangkuhan akan membawa kita pada malapetaka. Sikap McGregor yang begitu angkuh akhirnya mampu dikalahkan Khabib. Ia pun menanggung malu akibat sikapnya yang tinggi hati,” ujarnya ketika dihubungi, Rabu (10/10/2018).

Read More

Asian Para Games 2018, Abdul Basyid Has: Semoga Atlet-Atlet Indonesia Mampu Meraih Medali Sebanyak-Banyaknya

Asian Para Games 2018, Abdul Basyid Has: Semoga Atlet-Atlet Indonesia Mampu Meraih Medali Sebanyak-Banyaknya

Kepri –Asian Para Games 2018 secara resmi telah dibuka Sabtu (6/10/2018) malam kemarin. Pesta olahraga khusus atlet penyandang disabilitas se-Asia ini akan berlangsung hingga Sabtu depan, 13 Oktober 2018.

Abdul Basyid Has, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2019-2024 dari daerah pemillihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut ajang ini dengan sukacita. Abdul Basyid Has menilai kesuksesan turnamen multi event ini akan semakin mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia.

“Suksesnya Asian Games kemarin sudah mengangkat harga diri kita sebagai bangsa. Mari kita buktikan lagi kepada dunia melalui keberhasilan Asian Para Games ini,” katanya saat dihubungi, Minggu (7/10/2018).

Read More

Abdul Basyid Has: Menyebarkan Kabar Bohong Sangat Berbahaya

Abdul Basyid Has: Menyebarkan Kabar Bohong Sangat Berbahaya

Abdul Basyid Has, Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyayangkan kabar berita bohong atau hoaks yang dilakukan aktivis nasional, Ratna Sarumpaet, Rabu (3/10/2018) kemarin.

Sebelumnya Selasa (2/10/2018), Ratna Sarumpaet (RS) diberitakan mengaku mengalami pengeroyokan oleh beberapa oknum di Bandung dengan menunjukkan foto-foto muka lebamnya.

Namun sehari setelahnya, Rabu (3/10/2018), ia justu mengaku muka lebamnya bukan akibat pengeroyokan, namun bekas operasi plastik yang ia alami.

Pengakuan hoax yang dilakukannya ini mendatangkan masalah sebab ia sempat dibela oleh Prabowo Subianto dan tim pemenangan Calon Presiden RI tersebut.

“Ini pelajaran bagi kita untuk menghentikan segala macam hoaks. Menyebarkan kabar bohong yang tidak ada faktanya sangat berbahaya bagi kehidupan pribadi dan masyarakat luas,” ujar Basyid saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya di Batam, Sabtu (6/10/2018).

Read More

Hari Guru Sedunia, Abdul Basyid Has: Guru Penegak Kemajuan Bangsa

Hari Guru Sedunia, Abdul Basyid Has: Guru Penegak Kemajuan Bangsa

Hari Guru Sedunia jatuh setiap tanggal 5 Oktober. Peringatan ini lahir dari hasil Konferensi antara negara-negara dunia yang berlangsung di Paris, 21 September – 5 Oktober 1994. Ketika itu dihadiri 76 negara anggota UNESCO, termasuk Indonesia.

UNESCO menyatakan bahwa Hari Guru Sedunia adalah upaya kepedulian terhadap peran vital guru dalam membagi ilmu pengetahuan sekaligus membangun generasi dunia berikutnya.

Abdul Basyid Has, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2019-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut memperingatinya dengan khidmat.

“Hari ini penting untuk mengenang jasa guru-guru kita. Pernahkah kita mengingat betapa berjasanya mereka? Saya sendiri tak bisa membayangkan apa jadinya saya tanpa guru-guru saya sejak kecil”, kenang Basyid saat dihubungi, Jumat (5/10/2018).

Read More

Tidak Hanya Batik, Abdul Basyid Has Ingin Eksistensi Kain Songket di Kepri Juga Harus Dijaga

Tidak Hanya Batik, Abdul Basyid Has Ingin Eksistensi Kain Songket di Kepri Juga Harus Dijaga

Sejak ditetapkan sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009, batik resmi menjadi kebanggan Indonesia. Tanggal 2 Oktober pun diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Abdul Basyid Has, Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberi catatan tersendiri.

“Kita ikut berbangga dengan adanya Hari Batik ini. Karya leluhur ini harus terus dilestarikan,” kata Abdul Basyid Has, di Batam, Selasa (2/10/2018).

Namun Basyid menilai pentingnya menjaga eksistensi kain-kain lainnya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, salah satunya songket.

“Sebagai tanah kultur Melayu, Kepri punya kain songket yang berkembang turun temurun dari generasi ke generasi,” sambungnya.

Read More

Abdul Basyid Has Sampaikan Rasa Duka untuk Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu

Abdul Basyid Has Sampaikan Rasa Duka untuk Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu

Sulawesi Tengah (Sulteng), tepatnya Kota Palu dan Donggala, diguncang gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter yang disertai tsunami setinggi 1,5 meter pada Jum’at (28/9/2018) sore. Gempa dikabarkan terasa hingga ke daerah Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Abdul Basyid Has, calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut menyampaikan rasa dukanya kepada masyarakat Palu, Donggala, dan sekitarnya.

“Duka mendalam saya sampaikan atas musibah ini. Semoga saudara-saudara kita di Palu, Donggala, dan sekitarnya diberikan kekuatan menghadapi ujian Allah ini,” ujar Basyid ketika dihubungi Sabtu (29/9/2018).

Read More

Indonesia Merdeka karena Pertanian

Indonesia Merdeka karena Pertanian

Bertahun-tahun sudah Hari Tani Nasional diperingati. Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) yang diteken oleh Presiden Soekarno pada 24 September 1960 menjadi dasarnya. Tahun ini, Senin, 24 September, Hari Tani Nasional kembali kita renungkan.

Abdul Basyid Has, calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut merefleksikan Hari Tani Nasional. Basyid menilai hari Hari Tani Nasional penting diperingati untuk mengenang kembali proses kemerdekaan kita.

“Boleh kita katakan, Indonesia ada karena masalah pertanian,” ujarnya saat dimintai keterangan, Senin (24/9/2018).

Read More

Abdul Basyid Has: Hari PMI adalah Hari Kesalehan Sosial

Abdul Basyid Has: Hari PMI adalah Hari Kesalehan Sosial

Memperingati hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-73, Abdul Basyid Has, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kesalehan sosial. “Hari PMI ini harus kita maknai sebagai tonggak untuk meningkatkan kesalehan sosial,” ujarnya, Senin (17/9) kemarin.

Abdul Basyid Has menilai hal ini penting dilakukan untuk memperkuat rasa persatuan dan persaudaraan di tengah-tengah masyarakat. “Jangan sampai muncul gejala bowling alone di antara masyarakat kita. Ini dapat berujung pada rapuhnya persaudaraan dan persatuan nasional,” papar Abdul Basyid.

Read More

Maknai Tahun Baru Islam, Abdul Basyid Has: Momentum untuk Melakukan Evaluasi Diri

Maknai Tahun Baru Islam, Abdul Basyid Has: Momentum untuk Melakukan Evaluasi Diri

Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has berharap peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah dijadikan spirit untuk selalu melakukan evaluasi diri. Mengevaluasi apa yang telah dilakukan dan apa yang harus dilakukan ke depan, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrowi.

“Saya memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk melakukan evaluasi diri. Dengan demikian, kita bisa mengetahui apakah yang kita perbuat selama ini sudah maksimal atau belum. Jangan-jangan kita selalu kesusahan, karena kerja kita kurang maksimal. Atau mengapa jiwa kita selalu gelisah, mungkin saja kita kurang dalam melaksanakan segala perintah Allah SWT,” kata Abdul Basyid saat dimintai tanggapannya tentang makna dari peringatan 1 Muharam sebagai Tahun Baru Islam, di Batam, Rabu (12/09/2018).

Read More

Abdul Basyid Has Ajak Semua Pihak Tingkatkan Budaya Literasi

Abdul Basyid Has Ajak Semua Pihak Tingkatkan Budaya Literasi

Hari Aksara Internasional (HAI) diperingati setiap tanggal 8 September. Dalam rangka memperingati hari tersebut, tokoh inovatif pendidikan Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has berharap, peringatan ini sebagai momentum meningkatkan semangat untuk menuntaskan buta aksara di daerah, khususnya di Provinsi Kepri.

“Peringatan Hari Aksara ini harus menjadi refleksi semua pihak, khususnya pemerintah daerah untuk menuntaskan problem buta aksara di daerah,” demikian disampaikan Basyid saat dimintai keterangan media perihal peringatan HAI 2018, di Kota Batam, Sabtu (8/9).

Selain itu, Calon Anggota DPR RI periode 2019-2024 ini meminta semua pihak untuk peduli terhadap problem buta aksara. Melalui peningkatan budaya literasi, menurut Basyid, diharapkan memberikan dampak positif terhadap minat baca masyarakat mulai dari kota sampai pelosok desa bahkan pulau terpencil.

“Momen untuk menggalakkan minat baca ini bukan hanya buat masyarakat yang berstatus pelajar, tapi masyarakat dengan semua usia. Maka diperlukan sarana yang tepat untuk menfasilitasi mereka agar mau belajar,” tegas Basyid.

Untuk Provinsi Kepri, Basyid menyatakan, ke depan dirinya akan memperjuangkan tersedianya Perpustakaan Desa (PerpusDes) atau Perpustakaan Kelurahan (PerpusKel). Selain itu, dirinya juga menginisiasi adanya taman baca disetiap sudut kota atau ruang publik terbuka.

“Ini menjadi salah satu sarana agar masyarakat mau membaca sebagai upaya peningkatkan budaya literasi di manapun mereka barada,” ujar Basyid yang maju di Dapil Kepri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Keberadaan letak geografis Provinsi Kepri yang berpulau-pulau, sambung Basyid, harus diberikan akses untuk kemudahan masyarakat dalam mengembangkan minat baca dan budaya literasi.

“Misalnya masyarakat yang tinggal di pelosok desa atau pulau terpencil harus diberikan sarana tersendiri. Ini bagian dari perhatian pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat akan budaya literasi,” tandas Basyid.

Hari Aksara Internasional telah ditetapkan untuk diperingati pada tanggal 8 September melalui Konferensi UNESCO pada tanggal 26 Oktober 1966. Sejak penyelenggaraan HAI pertama pada tahun 1966, peringatan HAI terus dilakukan oleh dunia setiap tahun sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, regional, dan nasional. (Sumber: Warta Indonesia)